apa rasanya bila kita buat sesuatu,
tapi kurang dihargai?
apa pula rasanya bila kita dah penat usahakan sesuatu,
tapi tak juga dihargai?
apa pula kita rasa apabila kita meminta maaf,
tapi cam tak diendahkan?
apa agaknya rasa bila dipulaukan,
semua orang wat tak tahu je sal kita?
apa pula agaknya bila kita hidup dikelilingi oleh orang2 yang,
kita rasa mereka hanya menggunakan kita?
apa agaknya ye..
bila semua rasa tu,
bercampur gaul,
sebati pulak tu,
cukup segala rasa,
cukup semua rencah2,
tak perlu tambah apa2 lagi,
cuma tinggal makan je,
cume sanggup telan dengan tidak je,
sama ada dah telan lepas tu muntah balik,
ke telan dengan redha je,
pilihan ditangan kita,
hai kawan,
hai sahabat,
hai kepada semua,
tapi adakah hati kita benar2 mengucapkan ungkapan "hai" itu?
ikhlaskah kita?
benar2kah kita?
sampaikah kita punya ucapan itu ke hati2 mereka?
duduk sebentar,fikirlah,
usah tepuk dada tanya selera,
semua tu nafsu je,
apa yang dah kita buat kat kawan2 kita,
kat orang yang pernah kenal kita,
kat orang yang pernah ada apa2 dengan kita,
pernah ke kita ambil tahu?
pernah ke kita peduli?
pernah ke?
kita punya jawapannya.
yang menulis ni pun same,
tak mengaku diri hebat,
tak pula mengatakan diri ini sempurna,
cuma kadang2 terfikir,
"lalainya aku",
"lekanya aku"
"careless nya aku",
"bodohnya aku",
kenapa aku buat semua tu,
tapi semuanya telah menjadi sejarah,
tapi masih belum lagi bagi nasi itu menjadi bubur,
masih ku punyai masa lagi...mungkin,
kepada yang membaca,
maafkan diriku andainya ada salah silap,
mungkin senyuman tetap diukir,
tapi dalam hati,
Allah yang tahu,
maafkan ye,
minta sangat2,
ada pape cakap,
jangan simpan, penulis ini bukan jenis yang,
mampu membaca isi hati kamu semua,
sekali lagi...
maafkan daku ye....
maafkan aku...
maafkan saya...
maafkan je...tak minta lain...
sekian...Assalamualaikum
No comments:
Post a Comment